Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 23:55 WIB

Tren Foto di Lampu Merah Jam 2 Pagi, Viral tapi Dinilai Bahayakan Keselamatan

Author

Tangkapan layar dari salah satu kreator yang mengikuti trend. (Dok/Tiktok)

BALI - Belakangan ini media sosial tengah diramaikan dengan tren unik sekaligus kontroversial yang disebut “at 2 AM”. Dalam tren ini, sejumlah anak muda berfoto di tengah jalan tepat di depan lampu merah pada pukul 2 dini hari, saat suasana kota sudah sepi. Fenomena tersebut banyak terlihat di beberapa titik lampu merah di Bali dan langsung viral karena dinilai nyeleneh namun juga mengundang gelak tawa.

Baca juga: Pengunjung Asal NTT Terseret Arus Pantai Berawa

Dalam unggahan yang beredar, para peserta tren ini memanfaatkan kondisi jalan yang lengang untuk mengambil foto dengan latar lampu merah yang masih menyala. Hasilnya memang terlihat estetik dan berbeda dari foto jalanan pada umumnya, sehingga cepat mendapat perhatian warganet. Namun, di balik sisi kreatifnya, aksi ini menuai banyak kritikan.

Banyak pihak menilai bahwa tren ini berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi mereka yang berfoto maupun pengguna jalan lainnya. Meski dilakukan pada jam sepi, tetap ada kemungkinan kendaraan melintas, apalagi jika aktivitas dilakukan tanpa pengawasan. Risiko terjadinya kecelakaan atau gangguan lalu lintas pun tidak bisa diabaikan.

Baca juga: Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah, OPD Pemkot Denpasar Bangun Teba Modern di Halaman Kantor

Sejumlah warganet pun ramai-ramai memberikan komentar kritis. Ada yang menyebut tren ini “lucu tapi konyol”, sementara yang lain mengingatkan bahwa jalan raya bukan tempat untuk bermain atau mencari konten. Bahkan, beberapa netizen menyarankan agar tren ini segera dihentikan sebelum memicu kejadian yang tidak diinginkan.

Fenomena tren foto di lampu merah jam 2 pagi ini menjadi cerminan bagaimana kreativitas anak muda di era media sosial bisa melahirkan ide-ide unik, namun terkadang melupakan aspek keamanan dan etika publik. Jika tidak dilakukan dengan bijak, aktivitas yang awalnya dimaksudkan hanya untuk seru-seruan bisa berujung pada bahaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Di Media Sosial

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU