Selasa, 15 JULI 2025 • 19:43 WIB

Turis Spanyol ‘Kaget Harga’ di Bali, Viral Setelah Bayar Rp1 Juta untuk Tas dan Kacamata Renang

Author

Turis Spanyol. (Dok. Instagram/@pulguitasaventurerass)

BALI - Tiga perempuan asal Spanyol menjadi perbincangan warganet setelah video pengalaman belanja mereka di Bali viral di media sosial. Dalam unggahan TikTok dari akun @cuentanosalgo, mereka mengaku terkejut dengan harga barang yang dibeli sebuah tas rajut, kacamata renang, dan snorkel yang ternyata mencapai total Rp1.081.500 atau sekitar 57 Euro.

Baca juga: Cuaca Bali Pada 15 Juli 2025 Diprediksi Hujan Ringan

“Kami pikir harganya cuma sekitar Rp5 ribu (sekitar 37 sen Euro), tapi pas bayar jumlahnya bikin kami syok,” kata salah satu dari mereka sambil tertawa dalam video berdurasi 42 detik itu.

Peristiwa ini terjadi di sebuah toko oleh-oleh di kawasan wisata. Ketiganya mengaku tidak sempat mengecek harga dengan teliti atau menawar, dan baru sadar setelah mendengar total yang disebutkan oleh kasir. Momen tersebut pun langsung mengundang gelombang reaksi dari warganet mulai dari tawa, simpati, hingga kritik terhadap kurangnya transparansi harga di beberapa tempat wisata populer.

Baca juga: Main Golf Sambil Nikmatin View Alam Bali? Ini 5 Lapangan Golf Terbaik yang Wajib Masuk Wishlist Kamu!

Meski sempat merasa ditipu, ketiga wisatawan itu justru menanggapi kejadian ini dengan santai dan humor. Mereka menyebut pengalaman tersebut sebagai bagian dari “kejutan budaya” yang lucu dan tak terlupakan selama kunjungan mereka ke Indonesia. “Kami datang untuk pengalaman baru, dan sepertinya Bali benar-benar memberikannya sejak hari pertama,” ujar mereka sambil tertawa.

Video tersebut hingga kini telah ditonton ratusan ribu kali dan dibanjiri komentar. Banyak netizen Indonesia yang memberikan saran untuk selalu tawar-menawar di pasar lokal, sementara beberapa lainnya mengingatkan agar wisatawan asing lebih berhati-hati dan bertanya harga sebelum membeli.

Baca juga: Asal Usul Kota Denpasar, Ternyata Berawal dari Sebuah Taman

Peristiwa ini menjadi contoh klasik dari dinamika antara wisatawan dan pedagang lokal yang masih sering terjadi di destinasi wisata. Meski tidak ada aturan baku soal harga di pasar tradisional, kesadaran wisatawan dan etika pedagang menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Di Media Sosial

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU