Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 APRIL 2026 • 06:20 WIB

Goa Gajah, Destinasi Wisata di Gianyar yang Unik dan Bersejarah

Goa Gajah, Destinasi Wisata di Gianyar yang Unik dan BersejarahGoa Gajah di Gianyar, Bali. (Diparda Kab. Gianyar)

BALI - Kalau kamu lagi merencanakan jalan-jalan ke Bali dan pengen eksplor tempat yang punya vibe sejarah sekaligus spiritual yang kuat, Goa Gajah bisa jadi destinasi yang wajib kamu kunjungi. Terletak di Banjar Goa, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar sekitar 5 km dari Ubud. Goa Gajah jadi salah satu situs bersejarah yang cukup populer di Bali. Tapi bukan cuma karena bentuknya yang unik, tempat ini juga punya cerita panjang dari masa kerajaan Bali kuno.

Goa Gajah diketahui sudah ada sejak masa pemerintahan beberapa raja, seperti Sri Dharmawangsa Wardhana (sekitar 1022 M), Raja Anak Wungsu, hingga masa Paduka Sri Mahaguru. Bahkan dalam kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca di era Majapahit, tempat ini disebut sebagai “Lwa Gajah” yang berada di Desa Bedulu dan menjadi tempat penting bagi tokoh spiritual.

Baca juga: Eksplor Gunung Kawi Tampaksiring, Tujuan Wisata Bali yang Jangan Sampai Terlewatkan

Nama Goa Gajah sendiri punya kaitan dengan istilah “Kunjarakunjapada”, yang berarti asrama gajah. Dalam bahasa Sanskerta, “kunjara” berarti gajah, dan diyakini berkaitan dengan asrama Rsi Agastya di India Selatan. Jadi, tempat ini kemungkinan besar punya hubungan historis dengan ajaran spiritual dari India.

Kalau berbicara bentuknya, yang paling ikonik dari Goa Gajah adalah pintu goanya yang seperti mulut raksasa dengan ukiran wajah menyeramkan. Tapi begitu masuk ke dalam, suasananya justru tenang dan sakral. Di dalam goa terdapat peninggalan ajaran Siwa, seperti Tri Lingga dan patung Ganesha.

Ditemukan Pada Zaman Kolonial

Goa Gajah, Destinasi Wisata di Gianyar yang Unik dan BersejarahGoa Gajah di Gianyar, Bali. (Diparda Kab. Gianyar)

Penemuan situs ini sendiri bermula dari laporan pejabat Hindia Belanda pada tahun 1923, yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh arkeolog. Salah satu penemuan penting adalah area petirtaan kuno dengan enam patung wanita yang memiliki pancuran air dari bagian dada. Sampai sekarang, tempat ini dipercaya memiliki energi untuk penyucian diri atau penglukatan.

Di bagian depan goa, kamu juga bisa melihat patung Hariti atau Ratu Brayut. Menariknya, menurut cerita, Hariti dulunya adalah sosok jahat, tapi setelah mempelajari ajaran Buddha, ia berubah menjadi sosok yang penuh kasih, terutama terhadap anak-anak.

Baca juga: Melihat Pura Mengening, Rekomendasi Tempat Healing di Tampaksiring yang Tenang Banget

Kompleks Goa Gajah sendiri terbagi menjadi dua bagian utama. Di sisi utara, kamu akan menemukan peninggalan ajaran Siwa. Sementara di sisi selatan, terdapat area Tukad Pangkung yang menyimpan stupa Buddha—menjadi bukti kuat bahwa ajaran Hindu dan Buddha pernah hidup berdampingan di tempat ini.

Justru di sinilah nilai paling menarik dari Goa Gajah. Tempat ini bukan cuma situs sejarah, tapi juga simbol toleransi beragama yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Bali. Jadi, kalau kamu lagi di sekitar Ubud dan pengen merasakan sisi Bali yang lebih dalam bukan cuma wisata tapi juga sejarah dan spiritualitas, Goa Gajah adalah tempat yang nggak boleh kamu lewatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diparda.gianyarkab.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Goa Gajah, Destinasi Wisata di Gianyar yang Unik dan Bersejarah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!